[Review]: St. Ives Apricot Scrub

, , 2 comments
5 of 10
It's Okay

Seberapa sering Anda melakukan scrubing, khususnya kulit wajah? Saya dengan bangga menyebut diri saya A scrub junkie :D. Proses perawatan tidak hanya berhenti pada pembersihan dengan milk cleanser dan toner. Pada periode tertentu kita juga harus melakukan scrubing untuk mengangkat sel kulit mati lebih baik. Dalam seminggu setidaknya saya bisa scrubing wajah hingga 3x tergantung produk yang sedang saya gunakan.

Salah satu brand yang memiliki scrub khusus wajah adalah St.Ives, keluaran Unilever US. Sejak beberapa saat lalu tampaknya brand St.Ives mulai banyak dijual di drugstores Indonesia. Apricot Scrub yang akhirnya terpilih (varian lain Green Tea; Lemon & Mandarin Orange; Oatmeal see this link).

Produk dengan isi 170gr dihargai Rp150.000-an. Wadahnya sebenarnya cukup 'gendut', namun dengan desain tutup fliptop akan sangat nyaman dibawa dalam perjalanan.

Review St.Ives Timeless Skin Apricot Scrub.


Selain itu St.Ives ternyata cukup aman karena exfoliants yang digunakan adalah alami (berarti dari apricot langsung). Selain itu, mereka juga mengklaim bebas Sulfate dan bebas Paraben, serta tidak memicu comedogenic.

St.Ives Apricot Scrub Sulfate & Paraben Free
Penjelasan pada kemasan belakang St. Ives Apricot Scrub.
Sekarang saya akan membandingkan apa klaim dan instruksi dalam kemasan dengan yang saya dapatkan setelah 1 bulan menggunakan St.Ives Apricot Scrub. Klaim yang utama adalah kita bisa mendapatkan 'younger looking skin' dalam 7 hari, dengan cara penggunaan sebagai berikut:
- Basahi wajah dengan air.
- Keluarkan isi scrub dan pijatkan pada wajah.
- Bilas hingga bersih.
- Gunakan 3-4x dalam 1 minggu.

Saya sendiri menggunakan produk ini diwajah dan leher, yang sekali pakai bisa menggunakan produk dengan takaran panjang sekitar 2cm. Setelah diaplikasikan, wajah langsung dipijat tanpa perlu menunggu lagi. Pijat sekitar 5 menit lalu langsung dibilas (setelah scrubing biasanya langsung dilanjutkan dengan masker).

Tekstur St. Ives Apricot Scrub.
Penggunaan St. Ives Apricot Scrub.
Kesan pertama yang muncul adalah wangi scrub yang berbau buah (seharusnya ini wangi apricot) sehingga ketika pijat serasa seperti mood booster. Namun yang tidak saya suka adalah ukuran scrub (yang mungkin karena alami) terlalu kecil/halus. Komposisi antara krim dan scrubnya menurut saya kurang pas sehingga ketika dipijat scrub tidak terlalu terasa dikulit. Mungkin ini juga tujuan mengapa dalam kemasan disebutkan agar hasil terbaik produk digunakan 3-4x dalam seminggu (which is aman digunakan cukup sering).

Klaim 'younger looking skin' mungkin tidak akan terlihat hanya dalam 7 hari, karena pasti juga dipengaruhi faktor lifestyles dan tingkat stress. Selain itu saya memang punya kecenderungan berganti-ganti produk scrub, sehingga kecil kemungkinan membeli produk yang sama 2x. Tapi bagi Anda yang tertarik, berikut point-point pentingnya:

- Ukuran produk besar dan bisa dipakai hingga 2 bulan.
- Scrub kecil, gunakanlah lebih sering.
- Penggunaan scrub praktis, biasanya saya gunakan sebelum ke kantor.
- Wanginya segar, pastinya membangkitkan semangat.
- Membawa produk ini dalam perjalanan liburan sangat berguna.Anda bisa curi-curi waktu memanjakan kulit wajah disela-sela kegiatan.
- Tidak memicu komedo.

Disclaimer:
Review merupakan pengalaman pribadi penulis dalam menggunakan produk. Hasil dapat berbeda-beda pada tiap orang.

For scrubs junkies only...



2 comments:

  1. Dmn pesannya mbak? Ada yg jual online gak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak di Guardian atau Watson. Kalau online silahkan ke link gambar diatas ya :)

      Delete